25 November 2024KAYU ULINUlin (Eusideroxylon zwageri) atau disebut juga dengan bulian atau kayu besi adalah pohon berkayu dan merupakan tanaman khas Asia Tenggara meliputi Indonesia (Sumatera & Kalimantan), Malaysia (Sabah & Sarawak), Filipina (Kepulauan Sulu) [1]. Ulin digolongkan ke dalam suku Lauraceae. Ulin memiliki tinggi pohon umumnya 30–35 m, diameter setinggi dada (dbh) 60–120 cm. Batang lurus berbanir, tajuk berbentuk bulat dan rapat serta memiliki percabangan yang mendatar.[2]
Telah ditemukan 4 (empat) varietas ulin di Kalimantan Barat yang dibedakan berdasarkan kegunaan dan warna batang yaitu:[3]
a. ulin tando dengan warna batang coklat kemerahan
b. ulin lilin dengan batang coklat gelap
c. ulin tembaga dengan warna batang kekuningan
d.ulin kapur dengan warna batang coklat muda.
Ulin tando, lilin dan tembaga biasanya digunakan untuk pondasi bangunan dan lantai. Ulin kapur merupakan satu-satunya ulin yang mudah dibelah sehingga cocok untuk bahan baku atap sirap.[3]
.
Morfologi
Ulin termasuk jenis pohon besar yang tingginya dapat mencapai 50 m dengan diameter sampai 120 cm. Pohon ini tumbuh pada dataran rendah sampai ketinggian 400 m.[4]
Ulin umumnya tumbuh pada ketinggian 5 – 400 m di atas permukaan laut dengan medan datar sampai miring, tumbuh terpencar atau mengelompok dalam hutan campuran namun sangat jarang dijumpai di habitat rawa-rawa Kayu Ulin juga tahan terhadap perubahan suhu, kelembaban, dan pengaruh air laut sehingga sifat kayunya sangat berat dan keras.[5] agak terpisah dari pepohonan lain dan dikelilingi jalur jalan melingkar dari kayu ulin.[6] Di bagian bawah pohon ulin terdapat bagian yang berlobang.[6]
Ulin memiliki keragaman morfologi yang sangat tinggi berdasarkan sifat-sifat vegetatif maupun sifat generatif (terutama pada bentuk dan ukuran buah atau biji).[7]
Adanya penemuan Sangkima, Taman Nasional Kutai pohon ulin terbesar yang mencapai tinggi bebas cabang 45 m dan diameter 225 cm.[7]
Penyebaran / Distribusi
Ulin tumbuh baik di hutan tropis basah, pada tanah yang tidak tergenang air hingga ketinggian 500–625 m dpl, di daerah datar dekat sungai dan anak-anak sungai, daerah bergelombang hingga punggung bukit. Tanah tempat tumbuh ulin umumnya berpasir dengan pH dan unsur hara makro (N, P, K) yang rendah.[7]
Ulin adalah jenis pohon hutan yang menghasilkan kayu bernilai ekonomi tinggi, secara alami hanya terdapat di Sumatra bagian Timur dan Selatan, Pulau Bangka dan Belitung, Kalimantan, Sabah & Sarawak di Malaysia serta Kepulauan Sulu dan Pulau Palawan di Filipina.[8]
Di Sumatera Selatan pohon ulin tumbuh pada tanah-tanah yang mempunyai tekstur lempung liat berpasir dengan kesuburan tanah yang rendah.[9]
Manfaat
Kayu ulin sangat kuat dan awet, dengan kelas kuat I dan kelas awet I mempunyai berat jenis 1,04. Kayu ulin tahan akan serangan rayap dan serangga penggerek batang, tahan akan perubahan kelembaban dan suhu serta tahan pula terhadap air laut. Kayu ini sangat sukar dipaku dan digergaji tetapi mudah dibelah.[10]
Kayu ulin sangat kuat dan sangat awet, sehingga banyak digunakan untuk berbagai keperluan, seperti pondasi bangunan di dalam air dan lahan basah, atap rumah (sirap), kusen dan pintu. Kayu ulin terutama dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, seperti konstruksi rumah, jembatan, tiang listrik, dan perkapalan.[11]
Di Banjarmasin fosil kayu ulin dijadikan batu cincin dan perhiasan. Selain itu, masyarakat di daerah Sumatra dan Kalimantan memiliki kebudayaan membuat rumah panggung dari kayu ulin sebagai pondasi di pinggir sungai atau rawa, karena hanya kayu ulin yang mampu bertahan lama di air.[12]
Kerentanan
Permintaan kayu ulin semakin meningkat seiring dengan laju pertambahan penduduk dan pesatnya pembangunan gedung dan perumahan. Kondisi ini mengancam kelestarian pohon ulin, karena sumber bahan baku kayu ulin hanya diambil dari hutan alam tanpa memperhatikan kelestariannya. Potensi kayu ulin pada awalnya cukup besar dan mudah ditemui di hutan, namun saat ini sudah semakin menipis bahkan pada beberapa tempat sudah langka dan sulit ditemukan.[12
Fakta Menarik Tentang Kayu Ulin
Apa sebenarnya kayu ulin itu? Lalu, seperti apa bentuknya? Nah, daripada penasaran, simak beberapa fakta yang perlu Anda ketahui dari kayu khas Indonesia ini
1. Dapat tumbuh besar dan tinggi
Pohon yang mendapat julukan kayu besi ini bisa tumbuh dengan sangat tinggi dan besar, loh. Tingginya dapat mencapai 50 meter dengan lingkar kayu atau diameter hingga 1,2 meter. Besar sekali, bukan?
2. Tahan terhadap perubahan suhu dan kelembaban
Kayu dari pohon besi punya ketahanan yang baik terhadap perubahan suhu dan kelembapan. Tidak heran kalau disebut sebagai “kayu besi”.
Selain itu, kayu ulin juga tidak mudah lapuk dan anti-rayap sehingga sangat cocok jika dijadikan sebagai bahan furnitur.
3. Memiliki tekstur yang keras dan kasar
Selain tahan pada perubahan suhu, si kayu besi ini juga terbukti sangat kokoh, loh. Tekstur kayu yang kasar dan sangat keras, menjadikan kayu ini sebagai bahan pondasi rumah.
Untuk memotong kayu ini, Anda perlu menggunakan gergaji dan memakunya. Inilah yang suka membuat bagi para pekerja bangunan cukup sulit menggunakan kayu ulin. Selain itu, memotong kayu ulin juga memakan waktu yang sangat lama.
4. Aroma kayu sangat khas
Setiap jenis kayu biasanya memiliki aromanya sendiri yang sangat khas. Begitu juga dengan kayu ulin ini, yang aromanya bisa memberikan ketenangan.
Aroma kayu ulin ini menjadi nilai tambah saat digunakan sebagai bahan bangunan dan furnitur. Apalagi, Anda bisa membawa suasana alam ke rumah dengan mencium wanginya.
Manfaat Kayu Ulin
Selain punya batang yang kokoh dan aroma yang wangi, si kayu besi ini juga memiliki segudang manfaat, loh. Apa
1. Sebagai bahan bangunan dan furnitur
Ingin menggunakan perabot berbahan kayu di rumah? Kayu ulin dapat menjadi pilihan yang tepat.
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kayu ulin memiliki ketahanan yang tinggi terhadap perubahan suhu dan tekstur yang sangat kuat. Apalagi, kayu ini juga tidak mudah lapuk dan anti rayap. Jadi, Anda bisa menggunakannya dalam waktu lama.
Tidak heran bila kayu ulin sering menjadi pilihan untuk bahan pondasi rumah dan perabot, seperti kursi, meja, lemari, hingga patung pajangan.
2. Dapat menjadi bahan kerajinan
Kayu ulin juga dapat menjadi kerajinan tangan yang menawan, seperti gelang, kalung, hiasan dinding, pajangan, dan ukiran kayu.
Tekstur dan guratan pada kayu ini juga dinilai lebih eksotis sehingga akan menjadi aksesoris yang sangat cantik. Selain itu, aroma pada kayu ulin menjadi nilai tambah untuk hasil kerajinan tangan.
3. Baik untuk kesehatan
Tidak hanya kayunya yang bermanfaat, tetapi daun, biji, dan buah ulin juga sangat berguna bagi kesehatan tubuh. Anda dapat menghaluskan bijinya untuk menjadi obat bengkak atau sebagai semir rambut hitam.
Sedangkan daunnya, memiliki kandungan banyak zat fitokimia dan berfungsi sebagai nutrien, yang sering ada di sayuran dan buah.
Anda juga bisa memanfaatkan buah ulin untuk mencegah tumbuhnya uban, ketombe, hingga rambut rontok. Caranya, dengan mengeringkan dan dicampur dengan minyak kelapa.
Ekstrak kayunya juga ternyata dapat mencegah timbulnya sakit gigi, loh.
4. Mempertahankan ekologi alam
Ternyata, pohon ulin menjadi tempat favorit bagi orang utan, loh. Orang utan akan bersarang di sana dan memakan daun muda dari pohon ulin.
Selain itu, pohon ini juga dapat menjaga kesuburan tanah, serta menahan air agar tidak terjadi erosi ataupun longsor di daerah tersebut.
***
Bagi yang membutuhkan kayu ulin silahkan hubungi kami
JUALANKAYU.COM
081211645277
021 78881469